MENGUBAH SUDUT PANDANG

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki.

Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan dan kerapihan rumah ditanganinya sendiri.

Suami serta anak-anaknya menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian, padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang guru yang ahli dalam menangani masalah-masalah emosi.
Ia pun menceritakan masalahnya.

Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, guru itu tersenyum dan berkata kepada sang ibu :
"Ibu harap tutup mata dengan  lembut... dan bayangkan apa yang akan saya katakan."

Ibu itu kemudian menutup matanya.
"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu.

Bagaimana perasaan ibu?"

Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yang murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Guru itu melanjutkan; 
"Itu artinya tidak ada seorang pun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka.

Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi."

Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak.
Perasaannya terguncang.
Pikirannya langsung cemas membayangkan.
"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu dan kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu."

Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.
"Sekarang bukalah mata ibu."

Ibu itu membuka matanya 

"Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi kekhawatiran buat ibu?"

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

"Aku tahu maksud Guru." ujar sang ibu.

"JIKA KITA MELIHAT DG SUDUT PANDANG YANG TEPAT, MAKA HAL YANG NAMPAK NEGATIF DAPAT DILIHAT SECARA POSITIF..."‎

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yang dicintainya ada di rumah.

*******

Cerita‎ di atas adalah kisah nyata dari seorang pasien yang datang konsultasi ke saya.

Dan teknik yang dipakai di atas disebut _"Reframing"_, yaitu
bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita,
sehingga sesuatu yang tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.


Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;

1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku, bukan dengan orang lain.

2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.

3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan.

4. Untuk tagihan Pajak yang cukup besar, itu berarti syukur Allah memberikan rezeki untuk kita berpenghasilan.

5. Untuk sampah dan kotoran bekas acara kumpul-kumpul yg harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman.

6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan.

7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras.

8. Untuk teman yang kadang menjengkelkan atau menyebalkan, karena itu artinya saya memiliki banyak kesempatan untuk meningkatkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.

9. Untuk bunyi alarm keras jam 4.00 pagi yang membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup...

*******


Selamat mencoba saudara-riku tercinta...

Kisah nyata dibalik kehidupan Oprah Winfrey

Oprah Gail Winfrey atau yang lebih dikenal dengan Oprah Winfrey adalah seorang presenter dan pebisnis sukses di Amerika Serikat. Dia lahir pada 29 Januari 1954 dari pasangan Vernon Winfrey dan Vernita Lee.

Di balik kesuksesannya, wanita ini harus mengalami banyak kejadian pahit yang membentuknya menjadi pribadi kuat seperti sekarang. Kedua orangtuanya bercerai dan membuat Oprah harus tinggal bersama dengan neneknya. Ketika tinggal bersama dengan sang nenek, Oprah kecil dididik dengan begitu keras. Namun berkat didikan keras tersebut, dia sudah mampu berbicara dan berani tampil di depan banyak orang padahal usianya baru tiga tahun.

Saat usianya menginjak enam tahun, Oprah kembali tinggal dengan sang ibu yang telah menikah lagi. Meskipun begitu, kehidupannya pun tidak terlalu membaik karena sang ibu sibuk bekerja dari pagi hingga malam, sehingga dia merasa kurang mendapatkan kasih sayang. Untuk menarik perhatian ibunya, dia bahkan sering kabur dari rumah.

Keadaan tersebut diperparah dengan pelecehan seksual yang dialami Oprah saat berusia sembilan tahun. Hal yang mengerikan tersebut terjadi selama beberapa tahun dan membuatnya hamil pada usia 14 tahun. Dengan menanggung beban psikis yang begitu berat, dia berjuang untuk melahirkan bayinya. Sayangnya, bayi tersebut hanya mampu bertahan hidup selama dua minggu saja.

Titik balik hidup Oprah terjadi ketika dirinya tinggal bersama dengan Vernon, ayahnya. Kepribadian sang ayah yang tegas dan disiplin membuatnya takut sehingga dia bertekad untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Perubahan tersebut tentunya tidak mudah, tapi dengan kebulatan tekad, akhirnya dia bisa melakukannya.

Tak hanya menjadi murid berprestasi di sekolah, Oprah juga berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah. Karena kemampuan berbicaranya di depan publik sangat baik, dia bisa memulai kariernya sebagai penyiar berita di sebuah radio lokal saat berumur 17 tahun. Tak sampai di situ saja, dia kemudian ditarik menjadi pembawa berita di sebuah stasiun TV lokal dan menjadi presenter wanita berkulit hitam termuda di sana.

Pada tahun 1984, dia membawakan acara talk show-nya sendiri, yaitu A.M. Chicago yang membuatnya menjadi semakin terkenal di Amerika. Dua tahun kemudian, dia memulai acara talk-show barunya, The Oprah Winfrey Show yang disiarkan di 126 negara.



Pesan Moral
Hidupmu tidak akan berakhir hanya karena masa lalu yang kelam. 
Jangan terus-menerus terpuruk dan menyesalinya, tapi bangkit dan bersiap menyambut masa depan yang baru

Sepenggal Kisah Michael Jordan

Michael Jordan, berkulit hitam, lahir pada tahun 1963, di daerah kumuh Brooklyn, New York. Ia memiliki empat orang saudara, sementara upah ayahnya yang hanya sedikit tidak cukup untuk menafkahi keluarga. Semenjak kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan masa depannya.

Ketika ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya, “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?” Jordan menjawab, “Mungkin 1 dollar.” Ayahnya kembali berkata, “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu.” Jordan menganggukkan kepalanya, “Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil.”

Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering. Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkannya hingga lebih dari enam jam. Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian itu. Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang.

Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian.

Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, “Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dolar?” Kata Jordan, “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar.” Ayahnya kembali memberikan inspirasi, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.”

Akhirnya, Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan Donal Bebek yang lucu dan Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Lalu ia berusaha menjualnya di sebuah sekolah anak orang kaya. Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil itu yang berusia sepuluh tahun sangat menyukai pakaian itu, sehingga ia memberikan tip 5 dolar. Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya.

Setibanya di rumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, “Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dolar?” Mata ayahnya tampak berbinar.

Kali ini, Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. Dua bulan kemudian kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farah Fawcett datang ke New York melakukan promo. Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya di pakaian bekasnya. Ketika Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu.

Jordan pun berteriak dengan sangat gembira, “Ini adalah sehelai baju kaus yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!” Ia pun melelang pakaian itu, hingga seorang pengusaha membelinya dengan harga 1.200 dollar.

Sekembalinya ke rumah, ayahnya dengan meneteskan air mata haru berkata, “Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!”

Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki. Ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?”

Jordan menjawab dengan rasa haru, “Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya.”

Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala, “Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya? Tergantung bagaimana kita mendayagunakan potensi yang ada dalam diri kita masing-masing.”

Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit. Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri?

Sejak saat itu, dalam hal apapun, Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan. Dia mengasah potensinya hingga akhirnya dia menjadi salah seorang pemain basket terhebat di dunia ini dan menjadi salah seorang atlet terkaya.



Kisah seekor kadal

Ini adalah sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang.
Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokkan sebuah tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu.

Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap di antara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku. Orang tersebut merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu orang itu mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada di situ 10 tahun yang lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.

Apa yang terjadi ?
Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan terperangkap selama 10 tahun ?

Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah tempat sejak kakinya melekat pada paku itu.

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu. Apa yang dilakukakn dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan dimulutnya, astaga...!!!

Orang itu merasa terharu melihat kejadian itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta..., cinta yang sangat indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta ? Tentu saja sebuah keajaiban.

Bayangkan..., kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu mengagumkan.

Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini, lalu saya mulai berpikir tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, saudara lelaki, saudara perempuan.


Pesan Moral :

Berusahalah semampumu untuk tetap dekat dengan orang-orang yang anda kasihi dan jangan pernah mengabaikan orang yang anda kasihi !!!

Bagikan cerita ini kepada semua orang yang telah menyentuh hidup anda dan membuat anda bertumbuh, mengerti dan memahami lebih dalam tentang hidup.

Kisah sorang kakek dan cucunya

Seorang Kakek hidup di suatu perkebunan di daerah pegunungan sebelah timur negara bagian Kentucky (Amerika) dengan cucu lelakinya yang masih muda. 

Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Alkitab di meja makan di dapurnya. Cucu lelakinya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. 

Suatu hari sang cucu nya bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Alkitab seperti yang kakek lakukan tetapi aku tidak memahaminya dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Alkitab?" 

Dengan tenang sang Kakek dengan mengambil keranjang tempat arang, memutar sambil melobangi keranjangnya ia menjawab, " Bawa keranjang ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air." 

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya. 

Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi," 
Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. 
Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. 

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakeknya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. 

Sang kakek berkata, " Aku tidak mau ember itu, aku hanya mau keranjang arang itu. 
Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. 

Cucunya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakeknya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah. 

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. 

Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek, percuma!" 
"Jadi kamu pikir percuma?" Jawab kakek.
Kakek berkata, "Lihatlah keranjangnya." 

Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang arang yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. 

"Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Alkitab. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membacanya lagi, kamu akan berubah, luar dalam. Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita."  


Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.



Kisah Orang Tua Bijak

Pernah ada seorang tua yang hidup di desa kecil. Meskipun ia miskin, semua orang cemburu kepadanya karena ia memiliki kuda putih cantik. Bahkan raja menginginkan hartanya itu. Kuda seperti itu belum pernah dilihat orang, begitu gagah, anggun dan kuat.

Orang-orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda jantan itu, tetapi orang tua itu selalu menolak : "Kuda ini bukan kuda bagi saya", katanya : "Ia adalah seperti seseorang. Bagaimana kita dapat menjual seseorang. Ia adalah sahabat bukan milik. Bagaimana kita dapat menjual seorang sahabat ?" Orang itu miskin dan godaan banyak. Tetapi ia tidak menjual kuda itu.

Suatu pagi ia menemukan bahwa kuda itu tidak ada di kandangnya. Seluruh desa datang menemuinya. "Orang tua bodoh", mereka mengejek dia : "Sudah kami katakan bahwa seseorang akan mencuri kudamu. Kami peringatkan bahwa kamu akan dirampok. Anda begitu miskin, mana mungkin anda dapat melindungi binatang yang begitu berharga ? Sebaiknya anda menjualnya. Anda boleh minta harga apa saja. Harga setinggi apapun akan dibayar juga. Sekarang kuda itu hilang dan anda dikutuk oleh kemalangan".

Orang tua itu menjawab : "Jangan bicara terlalu cepat. Katakan saja bahwa kuda itu tidak berada di kandangnya. Itu saja yang kita tahu, selebihnya adalah penilaian. Apakah saya dikutuk atau tidak, bagaimana Anda dapat ketahui itu ? Bagaimana Anda dapat menghakimi ?". Orang-orang desa itu protes : "Jangan menggambarkan kami sebagai orang bodoh! Mungkin kami bukan ahli filsafat, tetapi filsafat hebat tidak diperlukan. Fakta sederhana bahwa kudamu hilang adalah kutukan".

Orang tua itu berbicara lagi : "Yang saya tahu hanyalah, bahwa kandang itu kosong dan kuda itu pergi. Selebihnya saya tidak tahu. Apakah itu kutukan atau berkat, saya tidak dapat katakan.Yang dapat kita lihat hanyalah sepotong saja. Siapa tahu apa yang akan terjadi nanti ?"

Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu gila. Mereka memang selalu menganggap dia orang tolol, kalau tidak, ia akan menjual kuda itu dan hidup dari uang yang diterimanya. Sebaliknya, ia seorang tukang potong kayu miskin, orang tua yang memotong kayu bakar dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. Uang yang ia terima hanya cukup untuk membeli makanan, tidak lebih. Hidupnya sengsara sekali. Sekarang ia sudah membuktikan bahwa ia betul-betul tolol.

Sesudah lima belas hari, kuda itu kembali. Ia tidak di curi, ia lari ke dalam hutan. Ia tidak hanya kembali, ia juga membawa sekitar selusin kuda liar bersamanya. Sekali lagi penduduk desa berkumpul sekeliling tukang potong kayu itu dan mengatakan : "Orang tua, kamu benar dan kami salah! Yang kami anggap kutukan sebenarnya berkat. Maafkan kami".

Jawab orang itu : "Sekali lagi kalian bertindak gegabah. Katakan saja bahwa kuda itu sudah balik. Katakan saja bahwa selusin kuda balik bersama dia, tetapi jangan menilai. Bagaimana kalian tahu bahwa ini adalah berkat ? Anda hanya melihat sepotong saja. Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh cerita, bagaimana anda dapat menilai ? Kalian hanya membaca satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai seluruh buku ? Kalian hanya membaca satu kata dari sebuah ungkapan. Apakah kalian dapat mengerti seluruh ungkapan ? Hidup ini begitu luas, namun Anda menilai seluruh hidup berdasarkan satu halaman atau satu kata.Yang anda tahu hanyalah sepotong! Jangan katakan itu adalah berkat. Tidak ada yang tahu. Saya sudah puas dengan apa yang saya tahu. Saya tidak terganggu karena apa yang saya tidak tahu".

"Barangkali orang tua itu benar," mereka berkata satu kepada yang lain. Jadi mereka tidak banyak berkata-kata. Tetapi di dalam hati mereka tahu ia salah.

Mereka tahu itu adalah berkat. Dua belas kuda liar pulang bersama satu kuda.

Dengan kerja sedikit, binatang itu dapat dijinakkan dan dilatih, kemudian dijual untuk banyak uang.

Orang tua itu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak muda itu mulai menjinakkan kuda-kuda liar itu. Setelah beberapa hari, ia terjatuh dari salah satu kuda dan kedua kakinya patah. Sekali lagi orang desa berkumpul sekitar orang tua itu dan menilai. "Kamu benar", kata mereka : "Kamu sudah buktikan bahwa kamu benar. Selusin kuda itu bukan berkat. Mereka adalah kutukan. Satu-satunya puteramu patah kedua kakinya dan sekarang dalam usia tuamu kamu tidak ada siapa-siapa untuk membantumu. Sekarang kamu lebih miskin lagi. Orang tua itu berbicara lagi : "Ya, kalian kesetanan dengan pikiran untuk menilai, menghakimi. Jangan keterlaluan. Katakan saja bahwa  anak saya patah kaki. Siapa tahu itu berkat atau kutukan ? Tidak ada yang tahu. Kita hanya mempunyai sepotong cerita. Hidup ini datang sepotong-sepotong".

Maka terjadilah dua minggu kemudian negeri itu berperang dengan negeri tetangga. Semua anak muda di desa diminta untuk menjadi tentara. Hanya anak si orang tua tidak diminta karena ia terluka. Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua itu sambil menangis dan berteriak karena anak-anak mereka sudah dipanggil untuk bertempur.

Sedikit sekali kemungkinan mereka akan kembali. Musuh sangat kuat dan perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka tidak akan melihat anak-anak mereka kembali. "Kamu benar, orang tua", mereka menangis : "Tuhan tahu, kamu benar.
Ini buktinya. Kecelakaan anakmu merupakan berkat. Kakinya patah, tetapi paling tidak ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk selama-lamanya".
Orang tua itu berbicara lagi : "Tidak mungkin untuk berbicara dengan kalian.

Kalian selalu menarik kesimpulan. Tidak ada yang tahu. Katakan hanya ini, anak-anak kalian harus pergi berperang dan anak saya tidak. Tidak ada yang tahu apakah itu berkat atau kutukan. Tidak ada yang cukup bijaksana untuk mengetahui. Hanya Allah yang tahu".


Moral cerita :
Orang tua itu benar. Kita hanya tahu sepotong dari seluruh kejadian.
Kecelakaan-kecelakaan dan kengerian hidup ini hanya merupakan satu halaman dari buku besar. Kita jangan terlalu cepat menarik kesimpulan. Kita harus simpan dulu penilaian kita dari badai-badai kehidupan sampai kita ketahui seluruh cerita.



Kopi Asin

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.

Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang aja yuk...?!?".

Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.

Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?"

Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana."

Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya.

Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli ...

betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu!

Untung ada kopi asin!

Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya,dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.

Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu ... tentang kopi asin.

Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apapun.

Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.

Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam?

Si gadis pasti menjawab, rasanya manis.



Pesan Moral :

Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu bukan seperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi...

Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.





Bagaimana seekor "KERBAU" bisa mati hanya karena sebuah "OPINI".

Sehabis pulang dari sawah KERBAU rebahan di kandang dengan wajah lelah dan nafas yang berat. Datanglah seekor Anjing, kemudian Kerbau berkata :
"Aahhh...temanku aku sungguh lelah dan kalau boleh besok aku ingin istirahat sehari saja"

 ANJING pergi dan ditengah jalan dia berjumpa dengan Kucing yang sedang duduk di sudut tembok, kemudian anjing berkata :
"tadi saya bertemu dengan kerbau dan dia besok ingin beristirahat dulu. sudah sepantasnya sebab boss beri kerjaan terlalu berat"

KUCING lalu bercerita kepada Kambing :
"Kerbau komplain boss kasi kerjaan terlalu banyak dan berat, besok dia tidak mau kerja lagi"

KAMBING pun bertemu Ayam dan dia berkata :
"Kerbau tidak senang bekerja dengan boss lagi, mungkin ada pekerjaan yang lebih baik lagi".

AYAM pun berjumpa dengan Monyet dan dia bercerita pula :
"Kerbau tidak akan kerja lagi untuk boss dan ingin kerja ditempat yang lain".

Saat makan malam MONYET bertemu boss dan berkata :
"Boss, si Kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan ingin meninggalkan boss untuk kerja di boss yang lain".

Mendengar ucapan Monyet sang BOSS MARAH BESAR dan tanpa bertanya terlebih dahulu dia lalu menyembelih si KERBAU karena dinilai telah berkhianat kepadanya.

Ucapan asli Kerbau :
"SAYA LELAH DAN BESOK INGIN ISTIRAHAT SEHARI".
Lewat beberapa teman ucapan ini telah berubah dan sampai kepada sang boss menjadi :
"Si Kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan ingin meninggalkan bossnya dan kerja pada boss yang lain".

Sangat baik untuk disimak.
  1. Adakalanya "SATU PEMBICARAAN BERHENTI" hanya sampai telinga kita saja dan "TIDAK USAH" sampai kepada telinga orang lain.
  2. "JANGAN TELAN BULAT-BULAT" atau percaya begitu saja "SETIAP BERITA" atau perkataan orang lain sekalipun itu keluar dari mulut orang terdekat kita. kita perlu "CHECK" and "RECHECK KEBENARANNYA" sebelum bertindak atau memutuskan sesuatu, konfirmasi dan crosscheck kepada sumbernya langsung.
  3. "KEBIASAAN MENERUSKAN PERKATAAN"/berita dari orang lain bahkan dengan menambah atau menguranginya atau menggantinya dengan persepsi dan asumsi kita sendiri "BISA BERAKIBAT FATAL".
  4. "BILA RAGU" dengan ucapan / berita dari seseorang atau siapapun sebaiknya kita bertanya langsung kepada yang bersangkutan untuk "MENANYAKAN KEBENARAN INFORMASINYA" tsb.


Pesan Moral :

"JADIKAN DIRI KITA FILTER", sehingga kita tidak mendatangkan celaka bagi orang lain atau "KEKELIRUAN INFORMASI".



Kisah petani miskin

Pada tahun 1850-an, di desa Blackbeaver, kira-kira 150 km dari London, hiduplah seorang petani miskin paruh baya yang tidak berpendidikan bernama Jack Holdrige. Dia berkeinginan kuat untuk memperbaiki keadaan ekonominya. Tapi apa daya, ladang yang dimilikinya hanya mampu menghidupi keluarganya yang berjumlah 4 orang.

Tahun demi tahun ladang tsb diolahnya, tetapi kehidupan semakin sulit, ketika anak-anaknya beranjak dewasa yang tentu saja kebutuhan hidup mereka semakin banyak.
Saya harus keluar dari kepapaan ini” demikian tekadnya.
Sudah lima tahun berlalu sejak niat itu muncul, namun hingga sekarang tidak ada tanda-tanda perbaikan nasib.

Setiap malam dia membayangkan dirinya sebagai orang kaya. Demikian juga ketika sedang mencangkul diladang. Ada kenikmatan yang dirasakannya dengan imaginasi menjadi hartawan.
Jup…jup….jup…cangkulnya membalik tanah. Keringat bercucuran. Begitulah keadaannya terus dan hanya berhenti kalau musim dingin sudah tiba. Tenaganya tidak sekuat dulu lagi ketika masih muda. Keriput diwajahnya menyiratkan dengan jelas kepahitan hidup.

Suatu malam dia bermimpi. Dia didatangi seorang tua yang sudah putih rambut dan jenggotnya dan berkata : Kalau kau menginginkan harta, pergilah ke jembatan baru di London.
Dia tidak menggubris mimpi tsb dan terus menghayunkan cangkul diladang.
Enam bulan kemudian mimpi yang sama terulang. "Itu hanya mimpi belaka yang terjadi karena pikiranku yang berangan-angan menjadi kaya", pikirnya dalam hati.
Jup, jup, jup, cangkulnya memacul tanah.
Tetapi enam bulan kemudian mimpi itu datang lagi. Sekarang dia mulai memikirkannya.
London begitu luas, dimana jembatan baru itu terletak?” dia bertanya pada dirinya sendiri. Dia bertanya kepada tetangga, tetapi mereka juga tidak tahu dimana letak jembatan baru. Akhirnya diputuskan pergi ke kota itu dan mencarinya sendiri.

Dengan wagon yang ditarik oleh dua ekor kuda, kendaraan angkutan umum pada masa itu, dia tiba di ibukota Inggris. Dia membayar 55 sen kepada sais wagon, dan pergi berjalan kaki mencari jembatan baru. Buntalan yang dipapa pada punggungnya berisi roti kering untuk perbekalan seminggu. Kecuali itu, dia hanya mempunyai 55 penny lagi untuk ongkos pulang kedesanya.
Dengan mudah dia menemukan tujuan karena hampir semua penduduk kota mengetahui letak jembatan tersebut.

Sebenarnya jembatan itu sudah tua, tetapi tetap dinamakan Jembatan Baru. Dia meneliti seluruh bagian konstruksi jembatan tsb dengan harapan akan menemukan harta karun yang tersembunyi. Setiap sudut pada bagian pondasi diperiksa dengan teliti, bahkan semal yang tumbuh panjang dibersihkannya berharap sejumlah uang ada terselip pada kerimbunannya.
Sudah tiga hari menekuni pencariannya tetapi tidak menemukan apa-apa. Jika malam tiba, dia tidur dikolong jembatan tsb.

Aku percaya pada mimpi dan bigini jadinya. Betapa bodohnya. "Semestinya aku mendengar nasehat istriku" dia menyesali tindakannya. Dia berniat akan pulang keesokan harinya. Dia membaringkan tubuhnya yang penat dan tertidur.
Tengah malam, suara ribut dan gaduh membuatnya terbangun. Maling, maling, maling, tangkap!!!’’
Dengan sigap dia naik keatas jembatan dan samar-samar dalam kegelapan seseorang berlari tidak jauh darinya, disusul oleh banyak orang dari belakang.
Si petani turut berpartisipasi mengejar. Jaraknya paling dekat dengan maling yang sedang langkah seribu. Sang maling hampir dapat dibekuknya. Namun sayang, kakinya tersandung dan jatuh.
Penduduk setempat yang ramai-ramai mengejar maling itu segera tiba dan menangkapnya. Ini dia malingnya, akhirnya tertangkap!!!” mereka berteriak.
Petani itu memprotes dan menerangkan duduk perkaranya, tapi tak seorang pun percaya. Dia diseret ke kantor polisi dan dimasukkan kedalam ruang tahanan, mendekam disana hingga seminggu baru kemudian sidang dimulai.

Kepada hakim, Jack Holdridge membantah bahwa dia adalah maling. Dipaparkannya seluruh rentetan kejadian yang  membawanya ke Jembatan Baru, hingga ditangkap oleh penduduk.
Jadi kau percaya kepada mimpi? sergah hakim. Saya juga bermimpi berkali-kali didatangi seseorang bahwa kalau saya ingin kaya raya, saya harus pergi ke desa Blackbeaver, mencari sebuah rumah yang agak terpencil disana. Dibelakang rumah itu ada sebuah sumur tua yang sudah ditimbun. Didasar sumur itu ada harta karun yang besar. Tapi saya tidak bodoh untuk menuruti mimpi tambah sang hakim.
Melihat keluguan si petani, hakim tsb membebaskan Jack Hodridge. Masa penahanan satu minggu sudah cukup sebagai hukumannya.

Dengan putus asa dan sedih hati petani miskin tsb pulang kedesanya. Istrinya menyambut dengan wajah murung. Anak-anaknya juga demikian. Dia mengaku betapa tolol dirinya telah mempercayai mimpi. Ternyata London hanya menambah penderitaan.
Jup, jup, jup, dia kembali mencangkul tanah. Sebulan sudah berlalu sejak dia kembali di desa. Ritme kehidupan sebagai petani berlanjut. Jup, jup, jup.

Suatu hari pada siang yang terik dia beristirahat dibawah pohon apel yang rindang dibelakang rumahnya. Keringat yang mengucur disekanya.
Sinar mata yang kosong menatap lahan pertaniannya yang tidak luas, warisan dari orang-tuanya. Kemudian pandangannya berhenti pada dinding bundar setinggi satu meter dengan diameter kira-kira 1,5 meter. Bekas sumur yang sudah ditimbun sejak masa orang-tuanya masih hidup.

Seolah-olah ada yang membisikkan, dia teringat akan cemohan hakim kepadanya yang percaya pada mimpi : Saya juga bermimpi berkali-kali didatangi seseorang bahwa kalau saya ingin kaya raya, saya harus pergi ke desa Blackbeaver, mencari sebuah rumah yang agak terpencil disana. Dibelakang rumah itu ada sebuah sumur tua yang sudah ditimbun. Didasar sumur itu ada harta karun yang besar. Tapi saya tidak bodoh untuk menuruti mimpi.
Sejenak dia tertegun, Benarkah…….ini sumur itu???’’
Dia ambil cangkul dan sekop untuk menggali timbunan tanah. Dengan bantuan dua orang anaknya penggalian berlangsung dengan cepat. Pada kedalaman 15 meter sekop tertumbuk pada benda keras. Penggalian diteruskan sedikit lagi. Ada sebuah peti logam berukuran 50cm x 30cm x 30 cm. Segera ditarik keatas.
Dengan sebuah linggis dan palu, peti itu segera terbuka dan………lihat, peti tsb berisi penuh logam mulia, intan, dan berlian.
Jack Holdrige sekeluarga segera pindah London dan hidup makmur disana.

***

Pesan moral :
"Dalam kehidupan ini ada banyak fenomena yang kita masing-masing tidak pahami."



Kisah Ling Ling

cerita inpiratif
Seorang gadis bernama Ling-Ling menikah dan tinggal bersama suami dan ibu mertua. Dalam waktu singkat, Ling-Ling menyadari bahwa ia tidak dapat cocok dengan ibu mertuanya dalam segala hal. Kepribadian mereka berbeda dan Ling-Ling sangat marah dengan banyak kebiasaan ibu mertua. Ling-Ling juga dikritik terus-menerus. Hari demi hari, minggu demi minggu, Ling-Ling dan ibu mertua tidak pernah berhenti konflik dan bertengkar. Keadaan jadi tambah buruk, karena berdasarkan tradisi Cina, Ling-Ling harus taat kepada setiap permintaan sang mertua. Semua keributan dan pertengkaran di rumah itu mengakibatkan suami yang miskin itu ada dalam stress yang besar.

Akhirnya, Ling-Ling tidak tahan lagi dengan temperamen buruk dan dominasi ibu mertuanya, dan dia memutuskan untuk melakukan sesuatu. Ling-Ling pergi menemui teman baik ayahnya, Mr. Huang, yang menjual jamu. Ling-Ling menceritakan apa yang dialaminya dan meminta kalau-kalau Mr. Huang dapat memberinya sejumlah racun supaya semua kesulitannya selesai. Mr. Huang berpikir sejenak dan tersenyum dan akhirnya berkata, Ling-Ling, saya akan menolong, tapi kamu harus mendengarkan dan melakukan semua yang saya minta.

Ling-Ling menjawab,"Baik, saya akan melakukan apa saja yang anda minta." Mr. Huang masuk kedalam ruangan dan kembali beberapa menit kemudian dengan sekantong jamu. Dia memberitahu Ling-Ling, "Kamu tidak boleh menggunakan racun yang bereaksi cepat untuk menyingkirkan ibu mertuamu, karena nanti orang-orang akan curiga. Karena itu saya memberimu sejumlah jamu yang secara perlahan akan meracuni tubuh ibu mertuamu. Setiap hari masakkan daging babi atau ayam dan kemudian campurkan sedikit jamu ini. Nah, untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang mencurigaimu pada waktu ia meninggal, kamu harus berhati-hati dan bertindak dangan sangat baik dan bersahabat. Jangan berdebat dengannya, taati dia, dan perlakukan dia seperti seorang ratu."

Ling-Ling sangat senang. Dia kembali ke rumah dan memulai rencana pembunuhan terhadap ibu mertua. Minggu demi minggu berlalu, dan berbulan-bulan berlalu, dan setiap hari, Ling-Ling melayani ibu mertua dengan masakan yang dibuat secara khusus. Ling-Ling ingat apa yang dikatakan Mr. Huang tentang menghindari kecurigaan, jadi Ling-Ling mengendalikan emosinya, mentaati ibu mertua, memperlakukan ibu mertuanya seperti ibu-nya sendiri dengan sangat baik dan bersahabat.

Setelah enam bulan, seluruh rumah berubah. Ling-Ling telah belajar mengendalikan emosi-nya begitu rupa sehingga hampir-hampir ia tidak pernah meledak dalam amarah atau kekecewaan. Dia tidak berdebat sekalipun dengan ibu mertuanya, yang sekarang kelihatan jauh lebih baik dan mudah ditemani. Sikap ibu mertua terhadap Ling-Ling berubah, dan dia mulai menyayangi Ling-Ling seperti anaknya sendiri. Dia terus memberitahu teman-teman dan kenalannya bahwa Ling-Ling adalah menantu terbaik yang pernah ditemuinya. Ling-Ling dan ibu mertuanya sekarang berlaku seperti ibu dan anak sungguhan. Suami Ling-Ling sangat senang melihat apa yang telah terjadi.

Satu hari, Ling-Ling datang menemui Mr. Huang dan minta pertolongan lagi. Dia berkata, "Mr. Huang, tolonglah saya untuk mencegah racun itu membunuh ibu mertua saya. Dia telah berubah menjadi wanita yang sangat baik dan saya mengasihinya seperti ibu saya sendiri. Saya tidak ingin di a mati karena racun yang saya berikan." Mr. Huang tersenyum dan mengangkat kepalanya. "Ling-Ling, tidak usah khawatir. Saya tidak pernah memberimu racun. Jamu yang saya berikan dulu adalah vitamin untuk meningkatkan kesehatannya. Satu-satunya racun yang pernah ada ialah didalam pikiran dan sikapmu terhadapnya, tapi semua sudah lenyap oleh kasih yang engkau berikan padanya."




Kisah Seekor Siput dan Katak

Ada seekor siput yang selalu memandang sinis terhadap katak.
Suatu hari, katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput :

"Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya ?"

Siput menjawab: "Kalian kaum katak mempunyai empat kaki dan bisa melompat ke sana ke mari, tapi saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih."

Katak menjawab: "Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing - masing, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak)."

Dan seketika, ada seekor elang besar yg terbang ke arah mereka, siput dg cepat memasukan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang...

Akhirnya siput baru sadar... ternyata cangkang yang di milikinya bukan merupakan suatu beban... tetapi adalah kelebihannya.


Makna dari cerita tersebut adalah :

Nikmatilah kehidupanmu, tidak perlu dibandingkan dengan orang lain. Keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan.

Rejeki tidak selalu berupa emas, permata atau uang yang banyak, bukan pula saat kita di rumah mewah dan di mobil mewah.

Karena bukan kebahagiaan yang menjadikan kita BERSYUKUR tetapi BERSYUKURLAH yang menjadikan kita berbahagia.



Kisah Gunung

Seorang anak dan Ayahnya sedang berjalan di pegunungan.
 
Tiba-tiba, si anak terjatuh, kesakitan dan menjerit: "AAAhhhhhhhhhhh....!!!"

Yang mengejutkannya, ia mendengar suara yang berulang, di suatu tempat di pegunungan itu: "AAAhhhhhhhhh!!!"

Dengan keheranan, ia berteriak: "Siapakah Kau?"
Dia mendengar jawaban: "Siapakah Kau?"

Kemudian dia berteriak ke arah gunung:
"Aku mengagumimu!"
Suara itu menjawab: "Aku mengagumimu!"

Marah akan respon yang diterima, ia berteriak: "Pengecut!!!"
Ia menerima jawaban yang sama: "Pengecut!"

Ia melihat Ayahnya dan bertanya: "Apa yang terjadi?"
Ayahnya tersenyum dan berkata: "Anakku, perhatikan."

Kemudian pria itu berteriak: "Kau adalah sang juara!"
Suara itu menjawab: "Kau adalah sang juara!"

Si Anak terkejut, tetapi ia tidak mengerti.

 Ayahnya kemudian menjelaskan : 
"Orang menyebutnya ECHO, tapi sebenarnya inilah yang disebut HIDUP.

Ia mengembalikan semua yang kau katakan atau lakukan. Hidup kita adalah refleksi sederhana dari apa yang kita lakukan.

Jika kau menginginkan lebih banyak cinta di dunia, maka ciptakanlah lebih banyak cinta di hatimu.

Jika kau ingin lebih banyak kompetisi dalam kelompokmu, maka tingkatkanlah kecakapanmu.

Hal ini berlaku untuk semua hal, dalam semua aspek kehidupan.

"Hidup akan memberimu kembali setiap hal yang telah kau berikan."




HIDUPMU BUKANLAH SUATU KEBETULAN.
ITU ADALAH SEBUAH REFLEKSI DARI DIRIMU!




Kisah Kitab 8 Mata Angin

Ada seorang murid yang sudah bertahun-tahun belajar ilmu kebijakan dari seorang guru di sebuah pulau terpencil. Kini ia merasa telah cukup ilmu dan berniat untuk mengabdikan dirinya pada masyarakat di seberang pulau.

Singkat kata, ia pamit pada sang guru dan meninggalkan pulau terpencil tersebut.


Beberapa lama kemudian ia mendirikan sebuah perguruan dan memiliki banyak murid pula. Teringat ia pada sang guru, ia ingin menunjukkan hasil pengabdiannya selama ini. Ia lalu menulis sebuah kitab yang berisi ajaran-ajaran kebijakan.


Kitab itu diberi judul "Kitab Delapan Mata Angin" karena bila orang mengamalkan isi kitab itu maka ia akan tetap tegar dalam kebenaran meski didera angin badai dari delapan penjuru mata angin. Ia mengutus seorang muridnya untuk mengantarkan kitab itu pada gurunya di seberang pulau.


Sang guru menerima kiriman "Kitab Delapan Mata Angin" dengan suka cita. Namun, setelah membaca isinya, tanpa terduga-duga beliau mencorat-coret sampul kitab itu dengan tulisan : "Kamu tak lebih dari angin kentut belaka". Kemudian Sang guru mengembalikan kitab itu.


Betapa terkejutnya si murid ketika menerima dan membaca tulisan sang guru. Mukanya merah padam. Ia memutuskan untuk menemui gurunya dan meminta penjelasan apa maksud tulisan itu. Bergegas ia melepas tali perahu dan mendayung sendiri menemui gurunya.


Sesampai di sana, ia langsung bertanya pada gurunya, "Apa maksud guru menulis kata-kata kotor seperti ini ?"

Jawab sang guru dengan kalem : "Lho..., katanya kamu mampu bertahan dari gempuran angin badai yang datang dari delapan penjuru mata angin. tapi mengapa, hanya dengan tiupan angin kentut saja, sudah membuatmu terpental dari seberang sana ke pulau terpencil ini, heh..?" Mendengar jawaban gurunya, ia langsung menyesali kesalahannya.




Moral cerita :


Setinggi apa pun kebijakan yang terucap di bibir atau tertulis di buku tak lebih berarti dibandingkan dengan apa yang terpatri dalam hati.



Kisah David dan Telepon Umum

David kuliah di fakultas perdagangan Arlington USA. Kehidupan kampusnya hanya mengandalkan kiriman uang bulanan secukupnya dari orang tuanya.

Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini orang tuanya tidak mengirimi uang ke David lagi.
Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja. Dengan perut keroncongan David berjalan ke bilik telepon umum, memasukkan seluruh dananya yang satu keping uang logam itu ke dalam telepon.
*"Halo, apa kabar,"* telpon telah tersambung, ibu David yang berada ribuan kilometer jauhnya berbicara.
David dengan nada agak terisak berkata: *"Mama, saya tidak punya uang lagi, sekarang lagi bingung karena kelaparan."*

Ibu David berkata: *"Anak tersayang, mama tahu."*

*"Sudah tahu kenapa masih tidak mengirim uang?"*
David baru saja hendak melontarkan dengan penuh kekesalan pertanyaan tersebut kepada sang ibu, mendadak ia merasakan perkataan ibunya mengandung sebuah kesedihan yang mendalam. Firasat David mengatakan ada yang tidak beres, ia cepat-cepat bertanya :
*"Mama, apa yang telah terjadi di rumah?"*

Ibu David berkata: *"Anakku, papamu terkena penyakit berat sudah lima bulan ini, penyakitnya tidak saja meludeskan seluruh tabungan, bahkan karena sakitnya, papamu telah kehilangan pekerjaannya, sumber penghasilan satu-satunya di rumah telah terputus. Itu sebabnya, sudah 2 bulan ini tidak mengirimimu uang lagi, Mama sebenarnya tidak ingin mengatakannya kepadamu, tetapi kamu sudah dewasa, sudah saatnya mencari nafkah sendiri."*

Ibu David berbicara sampai disitu, tiba-tiba menangis tersedu sedan. Di ujung telepon lainnya, air mata David juga tak hentinya menetes, dan ia berpikir : *"Kelihatannya saya harus drop out dan pulang kampung"*.

David berkata kepada ibunya: *"Mama, kamu jangan bersedih, saya sekarang juga akan mencari pekerjaan dan pasti akan menghidupi kalian."*

Kenyataan yang pahit telah membuat David terpukul hingga pusing tujuh keliling. Masih 1 bulan lagi, semester kali ini akan selesai, jikalau memiliki uang, barang 8 atau 10 dollar saja, maka David mampu bertahan hingga liburan tiba, kemudian menggunakan 2 bulan masa liburan untuk bekerja menghasilkan uang. Akan tetapi sekarang 1 sen pun tak punya, mau tak mau harus drop out.

Sungguh luar biasa menyakitkan, karena prestasi kuliahnya sangat bagus, selain itu ia juga menyukai kehidupan dikampus dan fakultas perdagangan Arlington tersebut.
Pada detik ketika David mengatakan *"Sampai jumpa"* kepada ibunya dan meletakkan gagang telpon itu, pesawat telpon umum tersebut mengeluarkan bunyi gaduh, David dengan terkejut dan terbelalak menyaksikan banyak kepingan uang dollar menggerojok keluar dari alat itu.

David berjingkrak kegirangan, segera menjulurkan tangannya menerima uang-uang tersebut. Sekarang, terhadap uang-uang itu, bagaimana menyikapinya ? Hati David masih merasa sangsi, diambil untuk diri sendiri, 100% boleh, pertama : karena tidak ada yang tahu, ke dua : dirinya sendiri betul-betul sedang membutuhkan.

Namun setelah bolak-balik dipertimbangkan, David merasa tidak patut memilikinya. Setelah melalui sebuah pertarungan konflik batin yang hebat, David memasukkan salah satu keping dolar itu ke dalam telepon dan menghubungi bagian pelayanan umum perusahaan telepon.

Mendengar penuturan David, nona yang melayaninya berkata: *"Uang itu milik perusahaan telepon, maka itu harus segera dikembalikan (ke dalam mesin telepon)"*

Setelah menutup telepon, David memasukkan kembali keping uang logam itu, tetapi satu keping demi satu keping uang dimasukkan, pesawat otomat itu terus menerus memuntahkannya kembali.

Sekali lagi David menelepon perusahaan telepon tersebut dan nona yang melayaninya berkata: "Saya juga tak tahu harus bagaimana, sebaiknya saya sekarang minta petunjuk atasan."
Nada bicara David yang sendirian dan tiada yang menolong memancarkan getaran kesepian dan kuyu, nona pelayanan umum dapat merasakannya, menilik perkataan dari ujung telepon dia bisa merasakan seorang asing yang bermoral baik sedang membutuhkan bantuan.

Tak lama kemudian, nona pelayanan umum menelepon ulang pesawat otomat yang sedang bermasalah itu. Dia berkata kepada David: "Saya telah memperoleh ijin dari atasan saya dan atasan saya mengatakan uang tersebut untuk anda, karena perusahaan kami saat ini tidak mempunyai cukup tenaga dan tak ingin demi beberapa dollar kusus mengirim petugas kesana."

"Horeee…!" David meloncat saking gembiranya. Sekarang, uang logam itu secara sah menjadi miliknya. David membungkukkan badannya dan dengan seksama menghitungnya, total berjumlah 9 dollar 50 sen. Uang sejumlah ini cukup buat David bertahan hingga bekerja memperoleh upah pertamanya pada saat liburan nanti. Dalam perjalanan ke kampus, David tersenyum terus sepanjang jalan. Ia memutuskan membeli makanan dengan menggunakan uang itu lantas mencari pekerjaan.

Dalam sekejap liburan telah tiba, David telah memperoleh pekerjaan sebagai pengelola gudang supermarket. Pada hari tersebut, David menjumpai boss perusahaan supermarket, menceritakan kepadanya tentang kejadian di telepon umum dan keinginannya untuk mencari pekerjaan. Si boss supermarket memberitahu David boleh datang bekerja setiap saat, tidak hanya pada liburan saja, sewaktu kuliah dan tidak terlalu sibuk juga boleh bergabung, karena boss supermarket merasa David adalah orang yang tulus dan jujur, terutama adalah orang yang seksama, membenahi gudang mutlak bisa dipercaya. David bekerja dengan sangat giat, boss sangat mengapresiasinya dan juga merasa kasihan. Si boss memberinya upah dobel.

Sesudah menerima gaji, David mengirimkan keseluruhan gajinya kepada sang ibu, karena pada saat itu David sudah mendapatkan info bahwa ia berhasil memperoleh bea siswa untuk satu semester berikutnya. Sesudah 1 bulan, uang dikirim balik ke David. Sang ibu menulis di dalam suratnya: "Penyakit ayahmu sudah agak sembuh, saya juga telah mendapatkan pekerjaan, bisa mempertahankan hidup. Kamu harus belajar dengan baik, jangan sampai kelaparan."*

Sesudah membaca surat itu, David menangis lagi. David tahu, meski orang tuanya menahan lapar, juga tidak bakal meminta uang kepada David yang sedang perlu dibantu. Setiap kali memikirkan hal ini, David berlinang bersimbah air mata, sulit menenangkan gejolak hatinya.

Setahun kemudian, David dengan lancar menyelesaikan kuliahnya. Setelah lulus, David membuka sebuah perusahaan, tahun pertama, David sudah mengantongi laba US $ 100.000.

Ia senantiasa tak bisa melupakan kejadian di telepon umum. Ia menulis surat kepada perusahaan telepon tersebut: "Hal yang tak bisa saya lupakan untuk selamanya ialah, perusahaan anda secara tak terduga telah membantu dana US $ 9,50 kepada saya. Perbuatan amal ini, telah membuat saya batal menjadi pemuda drop out dan menuju kondisi miskin, bersamaan itu juga telah memberi saya energi tak terhingga, mendorong saya setiap saat tidak melupakan untuk berjuang. Kini saya mempunyai uang, saya ingin menyumbang balik sebanyak US $ 10.000 kepada perusahaan anda, sebagai rasa terima kasih saya."

Boss perusahaan telpon bernama Bill membalasnya dengan surat yang dipenuhi antusiasme : "Selamat atas kesuksesan kuliah anda dan usaha yang telah berkembang. Kami kira, uang tersebut adalah uang yang paling patut kami keluarkan. Ini bukannya merujuk pada $9,50 yang dikembalikan dengan $ 10.000, melainkan uang itu telah membuat seseorang memahami sebuah petuah tentang prinsip tertinggi kehidupan."*

So..., di saat-saat paling sulit,
Pertama : "Jangan melupakan harapan sudah ada di depan mata".
Kedua : "Jangan lupa menjaga moralitas".


Setelah 20 tahun telah berlalu, bagaimana dengan David ?
Di kota Chicago, Amerika, terdapat sebuah gedung mewah, yang tampak luarnya menyerupai sebuah bilik telepon umum, itu adalah gedung perusahaan ADDC. Pendiri perusahaan ADDC, Presiden Direktur nya ialah David, selain itu juga David adalah salah satu penyumbang terbesar untuk badan amal.




Kisah Sang Tikus

Seekor tikus mengintip dari celah di tembok untuk mengamati sang petani dan isterinya saat membuka sebuah bungkusan.
Ada makanan pikirnya? Tapi, dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus.
Si tikus lari kembali ke ladang pertanian dan menjerit memberi peringatan; “Awas, ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati, ada perangkap tikus di dalam rumah!”

Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggrauki tanah, mengangkat kepalanya dan berkata, “Ya maafkan aku Pak Tikus. Aku tahu ini memang masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tak ada masalahnya. Jadi jangan buat aku sakit kepala-lah.”

Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing. Katanya, “Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di rumah!“

“Wah, aku menyesal dengan khabar ini,“ si kambing menghibur dengan penuh simpati, “Tetapi tak ada sesuatu pun yang bisa kulakukan kecuali berdoa. Yakinlah, kamu senantiasa ada dalam doa-doaku!“

Tikus kemudian berbelok menuju si lembu.
“Oh?
Sebuah perangkap tikus?
Jadi saya dalam bahaya besar yah?“ kata lembu itu sambil ketawa, berleleran liur.

Jadi tikus itu kembalilah ke rumah, dengan kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih,  terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian. Ia merasa sungguh-sungguh sendiri.

Malam tiba, dan terdengar suara bergema di seluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menangkap mangsa. Isteri petani berlari pergi melihat apa yang terperangkap. Di dalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat mematuk tangan isteri petani itu. Petani itu bergegas membawanya ke rumah sakit.

Si istri kembali ke rumah dengan tubuh menggigil, demam. Dan, sudah menjadi kebiasaan, setiap orang sakit demam, obat pertama adalah memberikan sup ayam segar yang hangat. Petani itu pun mengasah pisaunya, dan pergi ke kandang, mencari ayam untuk bahan supnya.

Tapi, bisa itu sungguh jahat, si istri tak langsung sembuh. Banyak tetangga yang datang membesuk, dan tamu pun tumpah ruah ke rumahnya. Ia pun harus menyiapkan makanan, dan terpaksa, kambing di kandang dia jadikan gulai. Tapi, itu tak cukup, bisa itu tak dapat  ditaklukkan. Si istri akhirnya meninggal dunia dan berpuluh orang datang untuk mengurus pemakaman, juga selamatan. Tak ada cara lain, lembu di kandang pun dijadikan panganan, untuk puluhan pelayat dan peserta selamatan.

Sahabat-sahabatku...., apabila kamu dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu pikir itu tidak ada kaitannya dengan kamu, ingatlah bahwa apabila ada “perangkap tikus” di dalam rumah, seluruh “ladang pertanian” ikut menanggung resikonya. 
Sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak keburukan dari pada baiknya.



Apa itu Finishing Floor Hardener

Floor Hardener merupakan material bentuk bubuk (powder) yang ditaburkan pada beton basah dan kemudian dilakukan finishing dengan menggunakan mesin trowel, sehingga akan menghasilkan permukan yang lebih keras, tetapi rata dan halus serta mudah dibersihkan. Floor Hardener berguna untuk meningkatkan kekerasan beton, kemampuan ketahanan abrasi dan meminimalkan debu pada permukaan lantai beton.

Floor Hardener biasa digunakan pada lantai garasi, area parkir, area pergudangan, area pabrik / industri, dan area-area yang membutuhkan lalu lintas. Konsumsi kebutuhan material Floor Hardener disesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang ada dapat diuraikan sebagai berikut :
  • Untuk kebutuhan lalu lintas rendah (misal: garasi dan gudang kecil) konsumsi 3 kg/m2.
  • Untuk kebutuhan lalu lintas menengah (misal: lantai area pabrik dan area parkir) konsumsi 5 kg/m2.
  • Untuk kebutuhan lalu lintas tinggi (misal : lantai pabrik yang menggunakan alat berat) konsumsi 7 kg/m2.
Floor Hardener bentuk bubuk (powder) harus diaplikasikan pada beton basah, kadang hal tersebut menjadi kendala. Misal area cor beton tersebut mempunyai lalu lintas yang tinggi selama proyek berlangsung, jika langsung diaplikasikan Floor Hardener, maka lantai tersebut akan dilalui lalu lintas kendaraan, padahal idealnya aplikasi Floor Hardener itu sebaiknya dilalui setelah akhir proyek tersebut.

Untuk informasi lebih detil dan konsultasi seputar lantai anda, silahkan hubungi kami disini.



Apa itu Epoxy

DEFENISI EPOXY :
Epoxy adalah suatu kopolimer yang terbentuk dari dua bahan kimia yang berbeda, yang disebut sebagai "resin" dan "pengeras".
Resin ini terdiri dari monomer atau polimer rantai pendek dengan kelompok epoksida di kedua ujung. Epoxy resin paling umum dihasilkan dari reaksi antara epiklorohidrin dan bisphenol-A, tetapi tidak jarang yang terakhir akan digantikan dengan bahan kimia yang serupa. Sedangkan pengeras terdiri dari monomer polyamine, misalnya Triethylenetetramine (Teta).
Ketika senyawa ini dicampur, kelompok amina bereaksi dengan kelompok epoksida untuk membentuk ikatan kovalen. Setiap kelompok NH dapat bereaksi dengan kelompok epoksida, sehingga polimer yang dihasilkan demikian kaku dan kuat. Proses polimerisasi disebut "curing" dan dapat dikontrol melalui suhu.
Atau bahasa sederhananya Epoxy adalah cat dua componen yang terdiri dari resin sebagai basenya dan polymed sebagai hardenernya.

Dalam bentuk asli, epoksi resin keras dan getas, tetapi dalam penggunaan, plastik hampir selalu mengandung bahan campuran lain untuk menyesuaikan sifat mekaniknya, baik dari sisi kekuatan, kekenyalan, keuletan, dll.

Epoxy sebagai pelapis akhir pada permukaan lantai, dinding dan pelapon. Baik digunakan pada lantai pabrik, rumah sakit, super market dan industri lainnya.
Lantai yang dilapisi epoxy akan lebih bersih tidak ada sambungan nat dan lebih kokoh dan tahan terhadap kimia. Epoxy juga merupakan standart dari ISO pada perusahaan yang sejenis industry.
Dalam industri aerospace, epoxy digunakan sebagai bahan matriks struktur yang diperkuat dengan serat. Epoxy juga digunakan sebagai perekat struktural, bahan seperti kayu dan lain-lain yang 'rendah teknologi' yang direkat dengan resin epoxy.


JENIS-JENIS PEKERJAAN EPOXY FLOORING :
1. Epoxy coating 300 s/d 500 micron
2. Epoxy floorcoating 1000 s/d 3000 micron
3. Epoxy mortar 3 mili s/d 5 mili
4. Epoxy mixroseal 1 s/d 3 layer tebal 3 s/d 5 mili
5. Epoxy injection
6. Fyuretan coating
7. Epoxy water proofing dan fibermeet


1. EPOXY FLOOR COATING
Epoxy Floor coating merupakan kombinasi antara epoxy resin yang direaksikan oleh polymed suatu kimia yang kuat dan menempel erat pada beton, keramik, kayu ataupun metal. Epoxy baik digunakan pada lantai pabrik, rumah sakit, farmasi, super market, industry makanan dan industri lainnya.
Lantai yang dilapisi epoxy akan lebih bersih, tidak ada sambungan nat, lebih kokoh dan merupakan standart sertifikasi ISO pada perusahaan yang sejenis industry.


2. EPOXY MORTAR
Fungsinya :
-    Sebagai perbaikan dan penyambungan keretakan pada permukaan beton
-    Sebagai lapisan acian pada struktur beton yang rapuh
-    Sebagai penambal lubang pada permukaan beton yang rusak
-    Perbaikan sillo pada beton , kerusakan pada pembesian beton
-    Struktur beton terkena percikan kimia
-    Bersifat water proofing


3. EPOXY PRIMER
Adalah perekat antara epoxy coating dengan lantai kerja yang terdiri dari dua componen yaitu epoxy clear dengan hardener
Fungsinya :
-    Sebagai pengikat beton dengan lantai dan cat finishing
-    Untuk pengecatan diatas permukaan kramik
-    Untuk pengecatan dipermukaan kayu sebagai pernis
-    Untuk permukaan di permukaan besi
-    Mencegah terjadinya karat pada besi atau plat bordes
-    Sebagai anti bocor yang baik


4. EPOXY CLEAR
Ketahanan terhadap zat asam dan alkali. Terdiri dari 2 componen yaitu epoxy resin dan polymed yang berbentuk liquid, dan berwarna transparan .
Fungsinya :
-    Sebagai penguat antara beton dan cat finishing
-    Mempunyai daya tahan yang kuat khususnya menahan beban berat di permukaan cat finishing
-    Repair beton dengan menambahkan pc componen pengisi
-    Sebagai bahan penginjak beton
-    Sebagai penyambung dan perbaikan beton yang retak
-    Sebagai penambal beton yang berlubang
-    Perbaikan sillo yang terbuat dari beton
-    Sebagai pelapis struktur dan konstruksi baja yang terkena percikan kimia (anti kimia)
-    Mencegah karat dan korosi pada besi


5. DEMPUL EPOXY (BODY COAT)
Yang berfungsi untuk menutup pori-pori,lubang dan retak pada beton  dan dinding
Fungsinya : 
-    Pendempulan pada nat nat beton pada lantai pabrik,keramik dan marmer
-    Pendempulan pada dudukan mesin
-    Pendempulan pada kapal
-    Sebagai join sealent beton, sanitari
-    Dapat digunakan untuk dempul kayu, fiber, plat dan lain-lain
-    Dapat digunakan pada pemasangan angkur pada konstruksi baja
-    Tahan terhadap panas
-    Perbaikan sillo yang terbuat dari beton atau baja
-    Untuk mengatasi permukaan beton



Kekuatan Tanpa Kekerasan

Cerita masa muda Dr. Arun Gandhi (cucu dari Mahatma Gandhi).

Waktu itu Arun masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua disebuah lembaga yang didirikan oleh kakeknya yaitu Mahatma Gandhi, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika selatan. Mereka tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tidak heran bila Arun dan dua saudara perempuannya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.

Suatu hari ayah Arun meminta Arun untuk mengantarkan ayahnya ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan Arun sangat gembira dengan kesempatan ini. Tahu bahwa Arun akan pergi ke kota, ibunya memberikan daftar belanjaan untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, ayahnya juga minta untuk mengerjakan pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.

Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, "Ayah tunggu kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama.". Segera Arun menyelesaikan pekerjaan yang diberikan ayahnya.

Kemudian, Arun pergi ke bioskop, dan dia benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung Arun berlari menuju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayahnya yang sudah menunggunya sedari tadi. Saat itu sudah hampir pukul 18:00. 

Dengan gelisah ayahnya menanyakan Arun "Kenapa kau terlambat?". 
Arun sangat malu untuk mengakui bahwa dia menonton film John Wayne sehingga dia menjawab "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu". Padahal ternyata tanpa sepengetahuan Arun, ayahnya telah menelepon bengkel mobil itu. Dan kini ayahnya tahu kalau Arun berbohong. 

Lalu Ayahnya berkata, "Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran kepada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik- baik.". 

Lalu, Ayahnya dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Arun tidak bisa meninggalkan ayahnya, maka selama lima setengah jam, Arun mengendarai mobil pelan-pelan dibelakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayahnya hanya karena kebodohan yang Arun lakukan. 

Sejak itu Arun tidak pernah akan berbohong lagi.

*************************************************************

Pernyataan Arun :
"Sering kali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran. Seandainya Ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran tanpa kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa kekerasan."




Jubah Baru Kaisar

Alkisah, hiduplah seorang kaisar yang sangat suka mengenakan jubah baru. Para penenun kain, perancang busana dan tukang jahit terbaik seluruh negeri bahkan juga dari negeri jiran didatangkan untuk membuatkan jubah baru. Jumlahnya nggak kira-kira, 365 jubah setiap tahun. Ya, memang Kaisar ingin mengenakan jubah baru setiap hari.

Suatu hari datang ke istana 2 orang penipu. Mereka mengaku memiliki keahlian menenun sekaligus menjahit jubah sutera yang keindahannya akan mengalahkan semua keindahan jubah koleksi sang Kaisar. Untuk itu mereka minta dibuatkan alat tenun yang besar dan benang-benang sutera serta benang-benang emas dalam jumlah banyak sekali. Tidak itu saja, mereka juga minta agar di sekeliling alat tenun dipasangi ratusan batang lilin sehingga keadaannya menjadi terang-benderang di malam hari.

Kedua penipu itu memang hanya bekerja di malam hari saja. Dan mulailah kedua penipu itu beraksi. Mereka berpura-pura sedang melakukan kegiatan menenun tanpa menyangkutkan selembar benangpun. Orang-orang yang mengawasi kelakuan mereka menjadi heran. “Ape sih nyang loe berdue kerjain? Cuman muter-muter kagak kelihatan selembar benang gitu?” Tanya orang-orang keheranan.

“Hah?! Itulah keistimewaan tenunan kami. Orang pandir (bodoh) dan orang yang tidak memiliki hati yang jujur tidak akan bisa melihat kain yang kami tenun. Hanya orang yang bijaksana dan jujur saja yang bisa melihatnya.” Demikian jawab kedua penipu itu setiap kali ada yang bertanya.

Cerita tentang kedua penenun dan kain tenunannya yang ajaib (tidak kasat mata) segera tersebar luas. Setiap orang yang mencoba membuktikan kalau dirinya bisa melihat kain yang sedang ditenun dengan giat oleh kedua penenun itu, menemukan kenyataan bahwa mereka tidak melihat apa-apa. Namun karena takut dibilang pandir (bodoh) atau tidak jujur, semua orang yang datang melihat mengaku dapat melihat keindahan kain yang sedang ditenun. Mereka meninggalkan tempat tenunan sambil memuji-muji keindahan kain yang sedang dikerjakan kedua penipu tersebut.

Suatu hari Kaisar mengutus Perdana Menterinya yang terkenal sangat pandai dan bijaksana itu untuk memeriksa hasil pekerjaan kedua penipu itu. Sang Perdana Menteri pun pergi melaksanakan tugasnya. Tiba di tempat di mana alat tenun itu ditempatnya, didapatinya kedua penipu itu sedang giat bekerja. Gerak-gerik keduanya sih seolah-olah sedang tekun menenun. “Gimana kerjaan loe orang?” Tanya Perdana Menteri.

Kedua penipu itu pura-pura terkejut dan buru-buru memberi hormat. “Kami hampir merampungkan pekerjaan kami. Seperti yang Tuan bisa saksikan sendiri, selembar kain sutera bersulam emas yang sangat indah. Ini, silakan Tuan periksa.” Kata salah satu penipu itu sambil seolah-olah mengangsurkan sesuatu kepada Perdana Menteri.

“Hmm...” Perdana Menteri berpikir keras. Walaupun sadar tidak ada apa-apa di atas alat tenun, tetapi ia tidak ingin dikatakan pandir (bodoh) karena hanya orang bijaksana dan jujur saja yang dapat melihat keindahan kain tenunan ajaib tersebut. Akhirnya Perdana Menteri pun ikut berpura-pura bisa melihat dan dia berdecap-decap kagum. Setelah itu Perdana Menteri melapor kepada Kaisar bahwa kedua penenun dari negeri asing itu hampir selesai menenun selembar kain sutera berhiaskan benang-benang emas yang indah.

Selanjutnya Kaisar ingin menguji “kejujuran” menteri keuangannya yang terkenal sangat jujur. Lalu Menteri Keuangan itu dikirim ke tempat kedua penenun. Seperti halnya PM, Menkeu juga melihat kedua penenun itu sedang tekun bekerja. Gerak-gerik mereka seolah-olah sedang menenun namun tidak terlihat selembar benangpun pada tangan mereka ataupun pada alat tenun besar di hadapannya. “Bagaimana kemajuan pekerjaan kalian?” Tanya Menkeu.

“Ah, Tuan Menteri, terima kasih telah menyediakan uang untuk membeli benang sutera dan benang emas. Inilah hasil tenunan kami. Sangat luar biasa indah bukan?” Menkeu terdiam. Jika ia berterus-terang bahwa ia tidak melihat apapun pada alat tenunan itu, ia khawatir reputasinya sebagai orang paling jujur di seantero negeri akan hancur. Bukankah semua orang telah mengetahui hanya yang bijaksana dan jujur saja yang dapat melihat kain ajaib ini? “Ah...luar biasa indah!” Akhirnya Menkeu pun berpura-pura mengagumi.

Mendengar laporan kedua menterinya yang bijaksana dan jujur itu, Kaisar sangat gembira. Akhirnya dia menyuruh kedua penenun itu untuk membuatkan jubah dari kain tenunan mereka. Jubah tersebut akan dipakainya pada sebuah festival yang akan berlangsung 7 hari lagi.

Ketika hari perayaan akhirnya tiba, Kaisar memerintahkan agar jubah barunya diantarkan ke istananya. Kedua penipu itu pun datang. Di atas tangan seolah-olah mereka membawa sebuah jubah dengan hati-hati. Tentu saja Kaisar tidak melihat apa-apa, namun ia pun tidak mau dikatakan pandir (bodoh) dan tidak jujur, maka ia memuji-muji keindahan jubah buatan kedua penipu itu.

“Sekarang bukalah jubah lama Paduka Baginda, dan biarkan kami mengenakan kepada Baginda jubah indah ini.” Kaisar pun menanggalkan pakaiannya dan kedua penipu itu seolah-olah mengenakan jubah ke atas tubuhnya. “Bagaimana? Bukankah Baginda terlihat sangat gagah dengan jubah yang indah ini? Ah...tentu saja hanya yang bijaksana dan yang jujur saja yang dapat melihat keindahan jubah baru Baginda.” Kata salah satu penipu itu.

Semua yang hadir tidak ingin dikatakan tidak bijaksana ataupun tidak jujur semuanya mengakui dan pura-pura mengagumi keindahan jubah Kaisar. Akhirnya Kaisarpun melangkah ke balairung dengan hanya mengenakan pakaian dalamnya saja di mana semua orang yang mengikuti festival telah berkumpul menantikan kehadirannya. Seluruh isi negeri yang tidak ingin dikatakan tidak bijaksana dan tidak jujur mengelu-elukan Kaisarnya yang hampir telanjang dan pura-pura memuji-muji keindahan jubahnya.

Tetapi seorang bocah berumur 4 tahunan tiba-tiba maju ke depan sambil berteriak-teriak: “Kaisar nggak pake baju, Kaisar nggak pake baju...!!!” Semua yang hadir terkesima, tidak ada seorang pun berani bersuara ataupun bergerak menanti reaksi sang Kaisar.


Moral dari cerita di atas :

Begitulah dahsyatnya sebuah opini yang sudah dipercayai sebagai kebenaran oleh orang banyak. Ketidakbenaran menjadi kebenaran dan sebaliknya.